18ELIEVE, adalah tag line Milanisti dalam memandang optimis cerita (perjalanan) klub mereka (AC Milan) dalam mengarungi musim ini (2010/2011). 18ELIEVE berarti 18 (delapan belas) champion (scudetto) Serie A (liga Italia) yang mereka harapkan bakal terwujud tahun ini. Hal itu terlihat sejak awal musim saat Milan mulai mendatangkan beberapa pemain berlabel TOP dunia, diantaranya adalah Ibrahimovic dan Robinho, menandai ambisi mereka mulai musim ini untuk unjuk gigi lagi setelah sekian lama tertidur. Paling tidak di Seri A, setelah terakhir mereka mengecap scudetto pada 2004/2005. Meskipun dalam kurun waktu sepuluh tahun kemarin antara 2000-2010 mereka menggondol dua trophi liga Champion dan masuk final 3 kali (2002, 2005, 2007), bagi klub sebesar Milan, hal itu masih belum dapat dikatakan sukses. Hal itu semakin terlihat menjadi hal yang besar jika kita menengok prestasi tetangga (Inter) yang dalam sepuluh tahun terakhir mendapatkan 4 scudetto dan kemarin (2009) berhasil merengkuh trophi piala Champion setelah menghempaskan Muenchen di partai final.
Saat transfer musim dingin dibuka Milan mulai bergeliat dengan sukses mendaratkan pemain bebas tranfer diantaranya adalah Mark Van Bommell (MVB) dari Muenchen dan Urby Emanuellson dari Ajax Amsterdam. Sebelumnya Antonio Cassano sudah berpindah duluan dari Sampdoria karena masalah dengan presiden klub. Hal ini normal, bila dilihat dari banyaknya pemain inti yang cedera. Dengan cederanya Pirlo dan Ambrossini sehingga transfer pemain baru mutlak diperlukan untuk menambal lini tengah. Kenyataan yang sungguh sangat disayangkan adalah semua pemain baru yang berhasil didatangkan tidak bisa bermain di Liga Champion. Banyak pengamat yang bilang bahwa terganjalnya Milan oleh Spurs di 16 Besar liga Champion adalah ketidakberuntungan kalau melihat fakta di lapangan dengan banyaknya peluang yang dikreasi dan kemasukan hanya dengan satu gol saja. Diluar menjauhnya dewi fortuna yang menaungi Milan di liga Champion, kondisi sebaliknya terlihat di serie A. Sampai giornata ke- 32, Milan masih memimpin classifica terpaut 3 poin dengan Napoli di posisi dan 5 poin dari peringkat 3 Inter. Kontribusi dari pemain baru yang paling terlihat datang dari MVB. Pelan tapi pasti MVB bisa menggantikan peran Pirlo sebagai gelandang jangkar. Peran itu semakin terlihat ketika Milan berhasil mengalahkan seteru abadinya (Inter) dalam derbi minggu kemarin. Sneidjer sebagai otak serangan Inter dibuat tidak berkutik dan frustasi dalam melancarkan gempuran. Praktis kalahnya inter di sektor tengah berakibat suplai bola yg mandeg di lini depan, skor akhir 3-0 buat Milan adalah nilai yang pantas bagi Milan dengan Van Bommelnya. Cassano adalah pemain fenomenal menginjak di usianya ke-28. Walaupun perannya tidak sesignifikan MVB, kehadiran Cassano bisa memberikan alternatif lebih bagi lini serang Milan. Sering bertukar posisi dengan Robinho dan Cassano maupun Pato membuat sisi penyerangan Milan lebih variatif. Mungkin dibutuhkan waktu lebih saja untuk menunjukkan kemampuan lebihnya seperti apa yang pernah dia lakukan sewaktu masih membela panji Sampdoria maupun Nazionale.
Kompetisi mendekati akhir dengan menyisakan 3 giornata dimana sudah menunggu lawan-lawan yang selama ini terkenal menyulitkan Milan. Roma dan Udinese adalah lawan yang tidak bisa dianggap enteng terlepas dengan penampilan Milan yang mulai stabil lagi. Roma dan Udinese wajib untuk ditaklukkan sebagai syarat untuk menggenggam Scudetto. Setiap laga wajib dimenangkan dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan apresiasi terhadap tim yang bakal kita hadapi. Dengan kondisi seperti ini sudah selayaknyalah Milan dapat menjaga determinasi sampai akhir musim yang pada akhirnya mimpi meraih scudetto Musim ini bisa diwujudkan. FORZA MILAN (lll+)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar