aku pandang engkau dari pinggiranJakarta
gedung tinggi menjulang mencakar langit
lampu-lampu terangkan gelap malam
mobil berarak menyemut penuh sesak
aku pandang engkau dari pinggiran
penuh datang orang seberang
tak pernah sia sampah terbuang
tak hanya orang berdasi, tak hanya orang bermersi
Jakarta
aku pandang engkau dari pinggiran
tidakkah engkau dengar tangisan bayi-bayi terbuang
tidakkah engkau lihat anak-anak kecil berjuang
tidakkah engkau dengar parau janda-janda tua dengan nyawa meregang
aku menangis, meratap tersendu
haruskah aku menutup mata
haruskah aku menutup hidung
haruskah aku menutup telinga
haruskah aku diam seribu bahasa
Jakarta, 23 mei 2005
thx to mas Supardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar