Sepinya FB (Fesbuk)
“Siang-siang
minum es di gubuk, ada anak make sweater,
Setiap orang
punya fesbuk dan juga twiter”
Penggalan pantun
gak jelas yang menyiratkan kata-kata baru “fesbuk” dan “twiter” yang bagi
umumnya masyarakat dewasa ini adalah hal yang sudah lumrah dan bahkan telah
menjadi bagian gaya hidup sebagian besar masyarakat (modern/perkotaan). Fesbuk
yang bernama asli Facebook dan Twitter adalah dua program/aplikasi dunia maya
yang muncul di awal dekade (awal milenium ini) dengan fungsi dan fitur yang
berbeda. Fesbuk lebih berfungsi untuk menjalin komunikasi dan bersosialisasi
lewat dunia maya yang pada gilirannya fungsinya tidak hanya menjalin komunikasi
silaturahmi akan tetapi bisa menjadi fungsi-fungsi turunan sesuai dengan
kepentingan penggunanya. Sedangkan Twiter lebih berfungsi sebagai kicauan atau
komentar singkat mengenai segala sesuatu yang eksis atau ingin disuarakan
melalui media maya. Indonesia sebagai negara berkembang (termasuk dalam dunia
IT) justru termasuk pengguna jejaring sosial tertinggi di dunia dibandingkan
dengan negara-negara maju di dunia. Fenomena yang terjadi sekarang adalah secara
tidak langsung muncul segmentasi pengguna fesbuk dan twiter seiring dengan umur
ke-duanya. Walaupun tidak secara ilmiah lewat pengamatan dan penelitian ilmiah,
fesbuk di awal tahun 2012 ini lebih sepi daripada twiter dari segi aktifnya
para penggunanya secara umum. Masyarakat perkotaan secara umum (sebagai contoh
jakarta), lebih condong aktif di twiter daripada di fesbuk (kebanyakan kaum
punya fesbuk dan twiter), dan kebalikannya masyarakat pedesaan (sebagai contoh
pedesaan di kota kabupaten di Jawa Tengah) lebih condong memiliki dan aktif di
account fesbuknya daripada di account twitternya (itupun kalau punya twiter). Dan
kaum terdidik baik di perkotaan maupun pedesaan secara umum lebih aktif di
twiter daripada fesbuk, kecuali untuk hal-hal tertentu yang mana hal tersebut
tidak bisa dihandle dengan baik di twiter. Hal-hal yang berbeda tersebut mau
tidak mau pasti punya akar penyebabnya. Apakah tingkat melek teknologi? Apakah efek
globlalisasi yang tingkatnya berbeda? Apakah tingkat mobilitas manusia dan
kehidupannya? Apakah sarana dan prasarana yang menyokong dan menopangnya? Maupun
perbedaan lingkungan dan norma yang ada di sekitar masing-masing kaum tsb. Apakah
itu penyebabnya memang tidak bisa kita ketahui dengan pasti. Yang pasti adalah
aktifitas masing-masing pemilik account fb dan twitter secara bersamaan yang
lebih bisa merasakannya dan mengukurnya. So, fesbuk sepi atau rame tergantung
parameter dan dari mana kita memandang fenomena tersebut. Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar