Hasil yang tidak terlalu mengecewakan dan tidak pula terlalu menggembirakan. Hasil seri 1-1 berhasil diperoleh saat Milan melawat ke Sisilia menghadapai tuan rumah yang dikenal kurang ramah. Palermo adalah salah satu klub Seri A yang tidak mudah dikalahkan oleh Milan. Apalagi jika pertandingan tsb dilakukan di kandang Palermo. Dua gol Palermo masing-masing dicetak lewat tendangan penalty dan tendangan percobaan dari luar kotak penalty seperti ketika Milan dikalahkan Sampdoria dan Lazio. Dua gol Milan didapatkan pertama dari akselerasi dan gocekan Bojan di sisi kiri pertahanan Palermo yang diakhiri dengan umpan mendatar pada Montolivo dan menendangnya dengan kaki kiri yang sebelum masuk gawang membentur pemain bertahan palermo terlebih dahulu. El92 melengkapi dengan gol terakhir setelah mendapatkan bola muntahan hasil crossing Abate (semakin yahud crossingnya) dan langsung menendang kearah gawang. Hasil seri ini paling tidak menjadi modal penting Milan untuk mengarungi Musim yang masih panjang dan semoga bisa meningkatkan mental para Pemain. Hal lain yang bisa kita lihat, Milan dari awal Seri A digulirkan, gol yang bersarang ke gawang Milan kebanyakan dari set-piece, tendangan luar kotak penalty yang terlambat ditutup oleh gelandang bertahan maupun pemain bertahan (bek) Milan, ataupun kesalahan mendasar dari kiper ataupun pemain Milan yang lain. Walaupun kalau kita analisa dari sistem permainan maupun kerjasama antar pemain masih kurang, yang berujung kurangnya pasokan bola yang mulus buat makanan empuk seorang striker Milan. Munculnya El Sharaawy sebagai juru selamat Milan pada beberapa pertandingan terakhir (terakhir mencetak gol ke gawang Palermo yang menggenapi total gol di Seri A menjadi 7 gol sejauh ini) memang sudah bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa faktor yang bisa kita tarik adalah diantaranya dengan kepergian Ibra ke PSG dan Cassano ke Inter, yang menjadikannya pilihan utama disisi penyerangan Milan, yang otomatis meningkatkan menit bermainnya (baik di Liga maupun Liga Champions). Dengan modal pengalaman musim lalu yang telah dilaluinya bersama Milan, dia punya waktu yang lebih banyak untuk lebih berkembang dengan lebih pesat lagi. Di sisi lain, stock striker yang dimiliki Milan tidak lebih baik performanya dari EL92. Pato yang lebih banyak waktunya berkutat dengan cedera masih belum bisa diharapkan untuk bisa melihat performa terbaiknya, setidaknya masih dibutuhkan waktu yang lebih lagi. Robinho hampir pasti keluar masuk meja perawatan, dan Pazzini maupun Bojan belum bisa diandalkan kestabilan permainannya. Dengan usia muda, modal kecepatan dan skill yang mumpuni maka tak ayal EL92 akan bisa menambah pundi-pundi golnya dan semoga bisa membawa Milan terbang lebih tinggi lagi. Amin!!! Hail EL92
Tidak ada komentar:
Posting Komentar