Beberapa definisi dan ulasan mengenai Sales Tax (Pajak Penjualan)
Sales Tax adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah pada titik penjualan atas barang ritel dan jasa. Hal ini dikumpulkan oleh pengecer dan diteruskan kepada negara. Hal ini didasarkan pada persentase dari harga jual barang dan jasa dan ditetapkan oleh negara.
Sales Tax merupakan Pajak tidak langsung yang dikenakan oleh pengusaha atas penyerahan barang oleh pabrik atau atas barang-barang impor.
Pajak penjualan adalah pajak yang dibayarkan kepada unit bisnis kepada bisnis lainnya atau individu ketika mereka membeli sesuatu barang/jasa. Sebagai contoh, ketika seseorang membeli bahan makanan, mereka membayar pajak penjualan di samping harga pokok penjualan. Ketika
unit bisnis membeli barang-barang yang tidak langsung mereka gunakan, tetapi terlibat dalam beberapa cara dalam melakukan usaha
dengan pelanggan mereka, mereka tidak membayar pajak penjualan. Jika item yang dijual kepada pelanggan/pembeli, maka pelanggan baru membayar pajak penjualan atas pembelian item tsb. Namun,
beberapa perusahaan tidak secara langsung menjual kembali barang-barang yang
telah mereka beli tanpa membayarkan pajak penjualan atas penyerahan item tsb. Sebagai
contoh, sebuah usaha yang memiliki service contract tidak akan mengenakan biaya kepada pelanggan mereka untuk item2 yang disebutkan sebagai bagian
dari service contract tsb. Dalam
situasi itu, unit usaha tsb membayar "pajak penggunaan barang/item" pada item yang
mereka beli dalam rangka untuk melancarkan usaha yang tertuang pada service contract tsb. Para
pelanggan, yang memiliki service contract tsb, tidak akan pernah mengetahui/melihat tagihan
untuk item2 tsb atau pajak penggunaan barang yang telah dibayarkan untuk mereka.
Harmonized Sales Tax (HST) atau Pajak Penjualan Harmonized (HST). Sebuah tarif di negara Kanada dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2010, yang menggabungkan barang federal dan pajak atas jasa (federal goods and services tax GST) dengan pajak penjualan provinsi (PST). Menurut C.D. Howe Institute, sebuah organisasi kebijakan publik Kanada, HST ini terutama upaya untuk membangun sistem pajak yang lebih efisien, dan tidak untuk meningkatkan pendapatan pajak penjualan. Para pendukung percaya bahwa mengganti pajak penjualan propinsi (PST) yang rumit dengan pengenaan pajak satu kali, pajak atas nilai tambah (VAT/PPN) akan menguntungkan konsumen dengan menyederhanakan sistem pajak dan menghilangkan beberapa disinsentif yang saat ini banyak dihadapi oleh produsen. Gagasan pajak penjualan yang harmonis bukanlah hal baru. Pada tahun 1991, provinsi Saskatchewan, di bawah pemerintahan Konservatif Progresif Premier Grant Devine, mengkombinasikan PST yang ada dengan GST, sebuah langkah yang terbukti tidak biasa. Dalam pemilihan umum tahun itu, Partai Demokrat Baru di bawah Roy Romanow menyapu kemenangan telak, karena setidaknya sebagian janji untuk mengembalikan gagasan "harmonisasi" tsb. Rupanya, banyak yang berubah di depan persepsi publik. Sebuah jajak pendapat 2010 Ipsos Reid, yang dilakukan atas nama Canwest News Service dan Global National, mengungkapkan bahwa 82% dari penduduk provinsi British Columbia dan 74% dari penduduk provinsi Ontario menentang/menolak rencana pemerintah untuk mengharmonisasikan sistem pajak penjualan yang berlaku.
Sebuah pajak penjualan adalah pajak yang dibayarkan kepada badan Pemerintah oleh penjual atas penjualan barang dan jasa tertentu. Biasanya hukum yang berlaku memungkinkan (atau mensyaratkan) penjual untuk mengumpulkan dana atas nama pajak dari konsumen pada titik pembelian. Hukum
memungkinkan penjual untuk memperinci pajak secara terpisah dari harga
barang atau jasa, atau dengan cara memasukkan pajak yang terutang dalam harga
jual barang tsb (pajak-inklusif/included tax). Jumlah pajak biasanya dihitung dengan menggunakan tingkat persentase tertentu yang dikenakan atas harga kena pajak dari penjualan tsb (Dasar Pengenaan Pajak). Ketika pajak atas barang atau jasa yang dibayarkan kepada badan Pemerintah secara langsung oleh konsumen, biasanya disebut Use Tax. Seringkali hukum perpajakan yang berlaku memberikan fasilitas pembebasan atas barang atau jasa tertentu dari pajak penjualan dan Use Tax. Diantara model pajak penjualan adalah pajak penjualan konvensional atau pajak penjualan eceran yang hanya dikenakan atas penjualan kepada end user. Penjualan kepada perusahaan yang kemudian menjual kembali barang tsb tidak akan dikenakan pajak penjualan. Seorang
pembeli yang bukan pengguna akhir biasanya diberikan "sertifikat
untuk dijual kembali" oleh otoritas pajak dan wajib memberikan sertifikat
(atau nomor ID) untuk penjual pada titik pembelian, bersama dengan
pernyataan bahwa item tersebut untuk dijual kembali. Sebaliknya pajak penjualan akan dibebankan pada setiap item yang dijual kepada pembeli yang
tidak bisa memberikan sertifikat yang berada di bawah yurisdiksi
otoritas pajak tsb. Jenis lain dari pajak penjualan, atau pajak yang serupa dengan pajak penjualan adalah, termasuk: Penerimaan kotor pajak penjualan, yang dikenakan pada semua penjualan usaha. Pajak
ini banyak dikritik karena adanya "cascading" atau "piramida" efek, di mana
item akan dikenai pajak lebih dari sekali mulai dari jalur produksi sampai level penjualan eceran akhir. Pajak
cukai, diterapkan untuk beberapa produk tertentu, seperti bensin atau
alkohol, biasanya dikenakan pada produsen atau pedagang grosir bukan pada
penjual ritel/eceran. Use Tax akan dikenakan langsung pada konsumen yang membeli barang, dimana saat pembelian tidak dikenakan pajak penjualan, umumnya yang terjadi adalah suatu barang yang dibeli dari vendor yang tidak berada di
bawah yurisdiksi otoritas pajak (misalnya, vendor di negara bagian
lain). Use Tax biasanya dikenakan oleh negara-negara yang menerapkan ketentuan pajak penjualan,
tetapi biasanya hanya akan diberlakukan untuk barang-barang tertentu seperti
mobil dan perahu. Pajak
pertambahan nilai (VAT), di mana pajak dibebankan pada semua jenis penjualan,
sehingga menghindari sistem sertifikat penjualan kembali (system of resale certificates). Cascading
Pajak dapat dihindari dengan menerapkan pajak hanya pada perbedaan ("nilai
tambah") yang timbul dari harga yang dibayar oleh pembeli pertama dan harga yang
dibayarkan oleh masing-masing pembeli berikutnya untuk item yang sama. Fair Tax, pajak penjualan federal yang diusulkan yang dimaksudkan untuk menggantikan pajak pendapatan federal AS. Sebagian
besar negara di dunia memiliki sistem pajak penjualan atau pajak pertambahan nilai pada semua atau beberapa tingkat pemerintah nasional, negara
bagian, kabupaten atau kota. Negara-negara di Eropa Barat, terutama di Skandinavia memiliki beberapa PPN yang tertinggi di dunia. Norwegia,
Denmark dan Swedia memiliki tarif lebih tinggi pada tingkat tarif sebesar 25%, Hongaria
memiliki tarif tertinggi sebesar 27%, meskipun tingkat tarif yang berkurang
digunakan dalam beberapa kasus, seperti untuk bahan makanan, seni, buku
dan surat kabar. Dalam beberapa yurisdiksi di Amerika Serikat, ada beberapa tingkatan pemerintah yang masing-masing mengenakan pajak penjualan. Misalnya,
pajak penjualan di Chicago (Cook County), tarif totalnya adalah 10,25% yang terdiri
dari negara 6,25%, 1,25% kota, kabupaten 1,75% dan otoritas
transportasi regional sebesar 1%. Chicago
juga memiliki Metropolitan Pier and Exposition Authority tax yang dikenakan atas makanan
dan minuman sebesar1% (yang berarti jika anda makan akan dikenakan pajak sebesar 11,25%). Untuk Baton Rouge, Louisiana, punya tarif 9%, yang terdiri dari negara 4% dan tingkat lokal 5%. Di California, pajak penjualan terdiri pajak penjualan dari berbagai negara, kabupaten dan kota. Pajak penjualan negara bagian bersifat "dipaksakan kepada semua pengecer" atas "hak istimewa untuk menjual properti pribadi yang nyata secara eceran/retail." Tegasnya adalah hanya pengecer yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak,
ketika pengecer menambahkan pajak ini dalam harga penjualan, konsumen meminta penggantian (reimbursh) kepada pengecer sesuai dengan perjanjian kontrak. Ketika
konsumen membeli barang dari luar negara bagian (dalam hal ini penjual terutang pajak tidak untuk California), konsumen diharuskan membayar
"pajak penggunaan/Use Tax" yang identik dengan pajak penjualan. Use Tax dikenakan atas "penyimpanan, penggunaan, atau konsumsi lainnya dari kepemilikan pribadi yang nyata." Konsumen bertanggung jawab untuk menyatakan pembelian tersebut dalam
pelaporan yang benar pada laporan pajak pendapatan tahunan negara mereka,
tetapi jarang bagi mereka yang melakukannya. Pengecualian
dalam hal ini adalah untuk pembelian mobil, di mana kasus Use Tax dipungut oleh negara bagian sebagai bagian dari pendaftaran
kendaraan (mobil yg dibeli tsb) di California. Kecenderungan terhadap pajak penjualan konvensional telah berubah dan diganti dengan pajak pertambahan nilai (VAT). Pajak
pertambahan nilai menyumbang 20 persen dari penerimaan pajak di
seluruh dunia dan telah diadopsi oleh lebih dari 140 negara. Amerika Serikat sekarang menjadi salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan sistem pajak penjualan konvensional. Pajak penjualan sering dilihat sebagai sistem pajak yang baik bagi pertumbuhan ekonomi, tabungan, dan investasi. Para
ahli ekonomi di OECD (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan/ Organisation for Economic Co-operation and Development) mempelajari efek dari berbagai jenis pajak terhadap pertumbuhan ekonomi
negara-negara maju dalam OECD dan menemukan bahwa sistem pajak penjualan adalah
salah satu sistem perpajakan yang berbahaya setidaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Beberapa pihak menganggap pajak penjualan bersifat lebih regresif, mereka percaya bahwa pajak menempatkan beban yang lebih besar pada
keluarga berpenghasilan rendah dibandingkan dengan keluarga kaya. Namun, banyak masukan yang bisa dilakukan untuk menekan efek regresif dari pajak penjualan tsb, misalnya, dengan tidak memasukkan atas pembayaran sewa, atau dengan membebaskan item-item yang yang penting dan mendasar, seperti makanan, pakaian dan obat-obatan. Terkait dengan penegakan atas pajak penjualan jarak jauh (remote sales), di
Amerika Serikat, setiap negara bagian dengan undang-undang pajak
penjualan memiliki komponen Use Tax dalam hukum yang berlaku
untuk pembelian dari out-of-state mail order, catalog and e-commerce vendors, kategori ini juga dikenal dengan sebutan "penjualan jarak jauh/remote sales". Seperti yang terjadi pada model penjualan secara elektronik/e-commerce yang telah berkembang dalam beberapa tahun
terakhir, ketidakpatuhan dalam pemenuhan kewajiban atas pajak Use Tax telah memiliki dampak
pertumbuhan pada pendapatan negara bagian. Kantor Kongres bagian Anggaran (The Congressional Budget Office) memperkirakan bahwa Use Tax yang tidak tertagih pada
penjualan jarak jauh di tahun 2003 bisa setinggi $ 20.4 juta. Use Tax yang tidak tertagih atas penjualan jarak jauh diproyeksikan akan naik setinggi $ 54.8 juta di tahun 2011. Penegakan pajak atas penjualan jarak jauh, bagaimanapun, adalah sulit. Kecuali
vendor memiliki lokasi fisik, atau alamat yang bisa dihubungi yang ada di dalam negara bagian tsb, vendor
tidak dapat diminta untuk mengumpulkan pajak untuk negara bagian tsb. Pembatasan ini didefinisikan sebagai bagian dari Klausul Perdagangan
Dormant (the Dormant Commerce Clause) oleh Mahkamah Agung dalam putusan tahun 1967 tentang Nasional Bellas Hess v Illinois. Sebuah
usaha Delaware e-commerce vendor untuk mengumpulkan
pajak negara bagian Dakota Utara dibatalkan oleh pengadilan dalam putusan 1992 tentang
Quill Corp v North Dakota. Hukum Pembebasan Pajak atas Internet tahun 1998 (The Internet Tax Freedom Act of 1998) mendirikan sebuah komisi untuk
mempelajari kemungkinan perpajakan atas internet, namun komisi belum pernah membuat
rekomendasi formal. Dalam
sebuah laporan tahun 2003, the Congressional Budget Office memperingatkan beban
ekonomi dari "multiplisitas dari sistem perpajakan, terutama untuk
perusahaan-perusahaan yang lebih kecil". Dalam
upaya untuk mengurangi beban kepatuhan sesuai dengan undang-undang perpajakan dari
berbagai yurisdiksi, Proyek Pajak Penjualan Streamlined (the Streamlined Sales Tax Project) diselenggarakan
pada Maret 2000. Kerjasama dalam proyek ini melibatkan 44 pemerintah negara bagian dan
District of Columbia akhirnya menghasilkan Streamlined Sales and Use Tax Agreement pada tahun 2010. Perjanjian ini
menetapkan standar yang diperlukan untuk undang-undang pajak penjualan yang
disederhanakan dan diseragamkan. Pada Desember 2010, 24 negara telah mengeluarkan undang-undang sesuai dengan perjanjian tsb. Pajak Penjualan Streamlined sebenarnya dapat diterapkan untuk penjualan jarak jauh, akan tetapi pada akhirnya tetap tergantung pada dukungan Konggres, karena keputusan 1992 Quill v. North Dakota menetapkan bahwa hanya Konggres AS
yang memiliki wewenang untuk memberlakukan pajak antarnegara.
sumber : wikipedia, others (edited)
sumber : wikipedia, others (edited)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar