Sabtu, 03 November 2012

Galliani sebel dengan formasi lima gelandang

Galliani: "Saya marah saat melihat susunan formasi (line up) pemain dengan menggunakan lima gelandang."

CEO sekaligus vice-president Milan, Adriano Galliani, mengomentari banyaknya perubahan taktik yang dilakukan Allegri sepanjang pertandingan berlangsung saat Milan berjumpa Palermo.

"Saya berbicara dengan Allegri setelah  pertandingan melawan Palermo selesai kemarin, dan kami membahas beberapa hal yang kita berbeda pandangan mengenai hal tsb. Tetapi kita tetap berhubungan baik dan Berlusconi tidak berkomentar apapun terkait dengan hal itu. Dia tetap tenang. Saya berbicara dengannya hampir setiap hari, dan saya tahu kondisi beliau sedang baik, tiada masalah. Saya paham apa yang dia pikirkan. Tetapi saya tidak menyalahkan siapapun, saya marah semua karena diri saya sendiri. Dan saya juga marah ketika saya melihat susunan formasi pemain dengan menggunakan lima gelandang", tandas Galliani sejauh ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, Milan memulai pertandingan melawan Palermo dengan menggunakan formasi 3-5-2, tapi diubah menjadi 3-4-3 di awal babak kedua dan diubah lagi terakhir dengan formasi 4-2-4 yang akhirnya bisa memaksakan hasil draw 2-2 lewat Montolivo dan El92 di akhir pertandingan yang sebelumnya tertinggal 2-0 terlebih dahulu.
 
Apa yang menyebabkan Galliani marah dengan formasi 3-5-2 atau lima gelandang? Well, sejauh ini belum ada penjelasan resmi mengenai hal itu. Mungkin saja ketidaksukaan Galliani tsb berkaitan dengan ketidakbiasaan AC Milan selama ini yang tidak pernah menggunakan pola lima gelandang. Pola tsb kemungkinan menurut pemikiran Galliani akan bisa merusak pakem yang selama ini dipakai Milan dengan wujud empat gelandang (pola 4-3-1-2) yang  bisa berefek berkepanjangan pada sistem permainan Milan. Hal yang terlintas adalah kemungkinan Galliani tidak mau sama dengan bagaimana Juventus mengembangkan pola permainan yang mencepa sukses saat-saat ini dengan sistem 5 gelandang yang bisa berfungi sebagai pemain belakang (bek) apabila sedang diserang dan mengubah secepatnya sistem menjadi 5 gelandang saat mendapatkan bola (melakukan serangan).  Bisa dikatakan Galliani ingin Milan hebat dengan cara lain yang tidak sama dengan Juventus sebagai salah satu saingan abadi Milan selama ini. Hal menarik yang bisa kita tunggu adalah bagaimana jika ternyata Milan tidak berhasil dengan pakem yang mereka pakai selama ini dan akhirnya memakai pakem yang lain setidaknya pola 3-5-2 dan ternyata itu berjalan mulus, apakah Galliani masih tetap marah atau melupakan kejadian ini dan tetap mendukung Allegri, atau malah sebaliknya dengan persetujuan Berlusconi akan memecat Allegri. So, patut kita tunggu bagaimana performa Milan di game-game selanjutnya. 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar