Senin, 12 November 2012

Kepabeanan dlm rangka impor

Dasar Hukum dlm rangka Impor
• PMK144/PMK.04/07 tentang Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai
• Per 42/BC/08 jo. Per. 08/BC/09 tentang Petunjuk Teknis Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai
• Per 44/BC/2011 jo. Per. 22/BC/09 tentang Pemberitahuan Pabean Impor (PIB)

a. Registrasi Importir
 Importir wajib mendptkan NIK yang disampaikan melalui SPR (surat pemberitahuan registrasi), mengenai :
  alamat, identitas, jenis usaha, pembukuan. SPR ini berisi NIK (Nomor Identitas Kepabeanan).  Pengecualian dilakukannya registrasi importir dilakukan bagi beberapa hal, diantaranya adalah:
1.Perwakilan neg asing / badan internasional
2.Barang penumpang, awak sarana pengangkut, Barang kiriman, lintas batas
3.Barang pindahan
4.Hadiah, hibah
5.Barang Pemerintah
6.Barang impor sementara penumpang

b. Kedatangan Sarana Pengangkut (SP)
 Kedatangan SP dari laut & udara
 - wajib menyerahkan RKSP/JKSP
 - Form BC 1.0  dengan periode JKSP maksimal 1 bln
 - penyerahan RKSP paling lambat sebelum kedatangan SP
 ket: SP darat tdk perlu menyerahkan RKSP 

c. Kewajiban Penyerahan Manifest (form BC 1.1) dilakukan pada saat:
 - Sebelum pembongkaran SP laut/udara
 - Kedatangan SP via darat.
 - Jika pembongkaran tdk segera dilakukan, maka:
   . maksimal 24 jam sejak kedatangan
   . maksimal 8 jam sejak kedatangan via udara 
   . penyerahan draft penumpang paling lambat sebelum kedatangan SP

d. Pembongkaran dan Penimbunan Barang Impor bisa dilakukan di:
 1.Di Kawasan Pabean
 2.Di tempat lain (dengan ijin Ka KPBC), dengan alasan:
  - sifat barang
  - kendala teknis
  - kongesti ( ket dair peng pelabuhan )
   dimana tempat2 tersebut memenuhi syarat untuk dilakukan pembongkaran dan penimbunan. 

e. Pengeluaran Barang Impor (beberapa contoh terkait dengan impor)
 - Impor Untuk Dipakai
 - Impor Sementara
 - Tujuan TPB (Tempat Penimbunan Berikat)
 - Tujuan TPS (Tempat Penimbunan Sementara)
 - Angkut lanjut/angkut terus
 - Re-ekspor

f. Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai
   Kawasan Pabean atau Tempat Lain yang dipersamakan = TPS -> wajib menyerahkan PIB -> TLDDP
   (Tempat Lain dalam Daerah Pabean), Kecuali untuk beberapa barang yi:
 – barang pindahan;
 – barang impor melalui jasa titipan;
 – barang penumpang dan awak sarana pengangkut;
 – barang kiriman melalui PT. (Persero) Pos Indonesia;
 – barang impor pelintas batas.

g. Tata Urutan Proses Pengeluaran Barang Impor
 1. Pendaftaran PIB
 2. Penetapan Jalur Pelayanan Impor
 3. Pengeluaran Barang Impor
 4. Pasca Persetujuan Pengeluaran Barang

h. Persyaratan Impor untuk Dipakai (Penyelesaian formalitas kepabeanan)
 - Ajukan dokumen impor (PIB) dan dokumen persyaratan impor.
 - Bayar Bea Masuk (dan pungutan impor lainnya) PDRI (pajak dlm rangka impor) dan PNBP.

i.  Tata Cara Pengurusan PIB 
 -  PIB dibuat oleh importir berdasarkan dokumen pelengkap pabean dan dokumen pemesanan pita cukai 
    (BKC harus mempunyai NPPBKC).
 -  Importir menghitung sendiri BM, cukai, dan PDRI yang seharusnya dibayar.
 -  Jika pengurusan PIB tdk dilakukan sendiri, importir menguasakannya kepada PPJK (Perusahaan
    Pengurusan Jasa Kepabeanan).

j. Larangan dan Pembatasan (Lartas) dalam bidang Impor
 Beberapa barang impor yang masuk dalam kategori lartas wajib mendapatkan ijin dari instansi teknis terkait.
 Penelitian lartas ini meliputi penilitian terkait INSW dan diteruskan ke pejabat yang terkait.
 INSW adalah Indonesia National Single Window.

k. Beberapa Pungutan dalam rangka Impor
 - BM - Bea Masuk
 - BMT - BM Tambahan (anti dumping, safe-guard)
 - PPN - Pajak Pertambahan Nilai
 - PPn.BM - Pajak Penjualan Barang Mewah
 - PPh - Pajak Penghasilan
 - PNBP - Pungutan Negara Bukan Pajak
 - Cukai atas Barang kena cukai (MMEA, HT, EA)

l. Beberapa Cara Penghitungan BM, Cukai, dan PDRI
 - Tarif Advalorum
   BM = Nilai Pabean x NDPBM x Pembebanan BM
   Hasilnya, BM bisa dibayar, ditangguhkan &/ ditanggung oleh pemerintah
 - dimana nilai PPN, PPnBM, dan PPh nya adalah sbg berikut:
   PPN = % PPN x (nilai pabean + BM + cukai)
   PPnBM = % PPnBM x (nilai pabean + BM + cukai) 
   PPh = % PPh x (nilai pabean + BM + cukai) 
 - Tarif Spesifik
   BM = Jumlah Satuan Barang x Pembebanan BM
   contoh: Beras, gula, barang kena cukai dan film 

m. Contoh Pertanyaan Perhitungan BM dan PDRI
  PT “X” mengimpor Barang dr Aussie berupa:
  2 set mesin Fotocopy merek PES13, Made in Taiwan; 
  Harga FOB USD 500.00/set 
  Freight USD 50.00; Insurance USD 20.00 
  HS: 8517.21.00.00: Mesin dan perlengk elektrik, BM 10% ; PPN 10%; PPh 2.5% 
  NDPBM (kurs) US$ 1 = Rp 9.500,- 
  Hitung BM dan PDRI yg wajib dibayar? 

n.  Pengenaan PNBP terhadap barang impor
  Dasar Hukum, PP 44/2003, PMK 116/2005
  - PDE : Rp.100.000,-/pemberitahuan
  - non PDE: Rp.50.000,-/pemberitahuan

o.  Beberapa Jenis Penetapan Jalur Pelayanan di kantor Pabean
 - Jalur MITA Prioritas
 - Jalur MITA Non Prioritas
 - Jalur Hijau
 - Jalur Kuning 
 - Jalur Merah

p.  Penjelasan Mengenai Penetapan Jalur Pengeluaran barang tsb adalah sbg berikut:
 Sebelum penetapan jalur ini ditentukan, pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif
 Ø Jalur Merah ( Periksa Fisik & Dok)
 Ø Jalur Kuning (Periksa Dok)
     > Jika diperlukan pemeriksaan lab, Importir wajib menyiapkan barang untuk diambil contoh
     > Dapat dilakukan pemeriksaan fisik melalui mekanisme NHI berdasarkan informasi dari Pejabat 
        pemeriksa dokumen
 Ø Jalur Hijau (Periksa Dok, pasca SPPB)
 Ø Jalur MITA Non-Prioritas (tidak diperiksa, kec)
    - barang ekspor yg diimpor kembali
    - barang yg terkena pemeriksaan acak
    - barang impor sementara
   Hasil pemeriksaan ini akan diterbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Fisik (SPPF) merupakan izin 
   pengeluaran barang untuk dilakukan pemeriksaan fisik di tempat Importir
 Ø Jalur MITA Prioritas (Tidak diperiksa)

q. Pemeriksaan Fisik dilakukan dengan cara importir melakukan:
 Ø menyerahkan hardcopy PIB, dokumen pelengkap pabean, dan SSPCP, dlm hal PIB disampaikan dg
     menggunakan sistem PDE Kepabeanan
 Ø menyiapkan Barang untuk diperiksa
 Ø hadir dlm pemeriksaan fisik

r. Pemeriksaan Fisik dengan Pemindai
 • Pemeriksaan Fisik dengan pemindai dilakukan terhadap:
   Ø Barang yg ditetapkan jalur hijau “pemindai peti kemas“
   Ø Barang “satu jenis/satu pos tarif” yang ditetapkan jalur merah
   Ø Barang impor dalam refrigerated container
   Ø Barang yang berisiko tinggi berdasarkan hasil analisis intelijen
   Ø Barang peka udara
   Ø Barang lainnya atas pertimbangan Kepala Kantor/Pejabat yang ditunjuk
 • Dikecualikan :
   Ø Barang impor peka cahaya
   Ø Barang impor yang mengandung zat radioaktif
   Ø Barang impor lainnya yang menjadi rusak jika dipindai

s. Kekurangan BM, Cukai, dan PDRI
 • Jika hasil penelitian menemukan kekurangan BM, cukai & PDRI maka akan diterbitkan Surat Penetapan
   Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP)
 • SPTNP atas jalur merah/jalur kuning maka akan terbit SPPB setelah:
   Ø dilunasi kekurangan BM, cukai, PDRI, dan atau SA
   Ø diserahkan jaminan jika diajukan keberatan
t. Pengeluaran Barang impor untuk dipakai dilakukan setelah mendapat persetujuan dari SKP (sistem komputer pelayanan) atau Pejabat BC yang akan mengeluarkan produk berupa SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang).

sumber: berbagai macam sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar