Old Trafford menyambut tamu istimewa di akhir pekan ini. Tamu itu tidak lain dan tidak bukan datang dari wilayah ibukota, siapa lagi kalau bukan Arsenal yang datang dari London utara. Pertemuan kali bisa dikatakan spesial karena ada beberapa faktor. Pertama, musim lalu di tempat yang sama ditangan Sir Alex Ferguson (Fergie), MU mampu menggilas pasukan Arsene Wenger (Prof) dengan gelontoran delapan gol dan hanya mampu membalas dua gol saja, yang kala itu masih dibela Robin van Persie (RVP). Hal kedua yang menarik adalah tentu saja kepindahan RVP dari Arsenal ke MU dipenghujung akhir kompetisi Liga Primer Inggris. Tiada faktor lain yang membuat RVP pindah kecuali hanyalah terkait dengan tropi yang belum dia pegang semenjak piala FA 2004/2005. Melihat hal tsb Fergie langsung melihat peluang yang tidak datang dua kali dan menyarankan manajemen untuk segera memboyong RVP ke Old Trafford. Akhirnya 15/16 Agustus 2012 RVP telah resmi pindah ke MU sebelum batas deadline transfer tanggal 31 Agustus berakhir dengan menandatangani kesepakatan kontrak selama empat tahun dengan Manchester United senilai £24 juta. RVP yang merupakan pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris musim lalu dengan torehan 30 gol sekaligus berhasil membawa Arsenal berhasil menduduki klasemen ke tiga di akhir musim. Umur RVP memang sudah tidak terlalu muda lagi, dengan umur 29 tahun ini diharapkan dia mampu menjadikan lini depan MU semakin tajam lagi. Sebelumnya tersiar kabar bahwa City dan Juve adalah dua klub yang dikabarkan melakukan pendekatan serius dengan Arsenal dan RVP. Akan tetapi pada akhirnya MU lah yang beruntung mendapatkan RVP. Kepindahan RVP ke MU menurut kabar yang beredar karena turut campurnya Edwin Van Der Sar yang memberikan saran kepada RVP untuk pindah saja ke MU daripada klub lainnya. Banyak pihak yang menyayangkan kepindahan RVP ke MU. Salah satu yang paling menyoroti hal tsb adalah Ray Parlour, mantan pemain Arsenal. Menurutnya MU adalah salah satu rival abadi mereka, tidak mudah untuk melepaskan RVP ke rival abadi terlebih itu MU. Di satu sisi itu mungkin menguntungkan secara finansial, tetapi di sisi lain hal itu akan membahayakan Arsenal sebagai saingan serius di Liga. Pindah ke klub lain sah saja, tapi ke MU? Hal ini semakin memperjelas kenyataan bahwa Arsenal tidak serius untuk mencapai impian untuk memenangi sebuah title. Kita bisa melihat hengkangnya para pemain legendaris Arsenal diantaranya yang masih hangat adalah Cesc Fabregas ke Barca, Samir Nasri & Gael Clichy ke City, dan teranyar Alex Song ke Barca. Hal ini sedikit banyak pasti akan mengurangi kesiapan tim yang ditinggalkan para pemain kunci tsb. Ditambah dengan para pemain yang didatangkan sebagus apapun pemain tsb pastinya butus adaptasi dengan tim baru mereka, dengan atmosfer kompetisi yang baru. Dan sejenius Prof dalam mengelola tim pastinya butuh waktu untuk menyatukan para pemain baru dengan skema dan taktik yang dia akan jalankan. Hal ini sangat berbeda kalau kita lihat tim-tim besar lainnya baik di Liga Premier Inggris maupun liga top eropa lainnya, tim mapan seperti MU, Chelsea dan City cenderung menambah amunisi mereka dengan pemain-pemain top baru tanpa membuang/menjual pemain kunci mereka. Well, mungkin ini masalah manajemen masing-masing klub dalam menjalankan roda kehidupan mereka. Kita tahu Arsenal membutuhkan dana yang tidak sedikit ketika memutuskan pindah dari Highbury menuju Emirates Stadium dan mengelola neraca keuangan mereka dengan lebih bagus.
Kembali ke topik awal yaitu pertandingan di week end 04 November ini. Arsenal datang dengan beberapa masalah, diantaranya Gervinho tidak bisa main karena masalah cedera, tenaga yang terkuras untuk mengalahkan Reading di Piala Liga, masalah lini belakang yang kurang solid, dan kabar hubungan antara si Prof dan Steve Bould yang dikabarkan kurang harmonis. Sedangkan di kubu MU masalah hanya timbul di lini belakang yang kadang mudah ditembus oleh penyerang lawan, hal ini bisa dimaklumi karena cederanya sang captain (Nemanja Vidic) dan Ferdinand yang sudah berkurang daya kecepatannya. Susunan pemain, di kubu MU: De Gea, Ferdinand, Evans, Evra, Raffael, Valencia, Carrick, Cleverly, Young, Rooney dan RVP, sedangkan di kubu Arsenal: Manonne, Vermaelen, Mertesecker, Sagna, A. Santos, Arteta, Wilshere, Cazorla, Ramsey, Giroud dan Podolski. Mengawali pertandingan MU langsung menghentak di menit kedua lewat gol cepat RVP karena kesalahan Vermaelen karena salah dalam membuang bola hasil crossing Raffael dari sisi kanan. RVP tidak merayakan gol tsb sebagai bentuk penghormatan pada mantan klub yang telah dibelanya selama delapan tahun tsb. Tertinggal satu gol Arsenal mulai menyiapkan serangan balasan. Alih-alih bisa membuat peluang, Arsenal harus menerima banyak gempuran para pemain MU yang malam itu lebih mengandalkan serangan balasan dan lebih menunggu kesalahan para pemain tamu. Strategi man to man marking opa Fergie berhasil membuat para pemain tengah Arsenal kekurangan akal untuk membuat umpan matang pada Giroud. Para pemain Arsenal terlihat canggung dan malu-malu ketika mulai menyerang, tiada spirit yang kuat untuk memenangkan pertandingan. Sedangkan beberapa MU mendapatkan peluang berbahaya hasil dari counter-attack yang mereka lakukan, beruntung Manonne dengan sigap menghalaunya. MU mendapatkan penalty akibat Cazorla menyentuh bola hasil crossing Young. Penulis menilai hal itu tidak layak untuk dihadiahkan penalty karena terlihat tangan Cazorla cenderung pasif. Tapi keputusan tetaplah ditangan pengadil lapangan alias wasit. Rooney maju sebagai algojo penalty, sayang tendangannya melenceng tipis di sebelah kiri gawang. Di babak kedua pertandingan menjadi lebih seru, hal ini kemungkinan terjadi karena marking para pemain MU cenderung agak kendor terkait stamina yang mereka habiskan di babak pertama. Para pemain Arsenal dengan leluasa bergerak di area pertahanan MU. Akan tetapi masih belum ada gol yang mereka dapatkan. Keasyikan menyerang, Evra berhasil menanduk bola crossing ke arah yang sulit dijangkau oleh kiper, 2-0 sementara MU leading. Wilshere mendapatkan kartu merah setelah sebelumnya mendapatkan kartu kuning. Beberapa penyelamatan penting dilakukan oleh Manonne, diantaranya tendangan keras Rooney dan tendangan terarah RVP berhasil dia halau. Giroud mendapatkan peluang memperkecil kedudukan, akan tetapi tendangannya masih menceng sedikit di sebelah kanan gawang De Gea dan satunya berhasil diblok dengan baik oleh De Gea. Akhirnya di menit-menit akhir pertandingan Arsenal mampu memperkecil kedudukan lewat tendangan keras terukur Cazorla, 2-1 untuk MU sampai peluit berbunyi mengakhiri pertandingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar